Latar Belakang Tiara Handicraft

TiARA  handicraft dimulai sejak tahun 1995. Awalnya merupakan suatu hobby yang terbentuk disaat mengisi waktu luang sebagai ibu rumah tangga. Dengan kemampuan yang terbatas dan dari menyisihkan sebagian pendapatan keluarga untuk memulai berproduksi, semakin hari berkembang menjadi seuah usaha penopang perekonomian rumah tangga.

 Alhasil terpilihlah usaha perlengkapan rumahtangga dari mendaur ulang toples bekas (tempat selai, makanan dan kaleng) untuk dijadikan aneka wadah cantik. Bermodal keyakinan dan tekad bahwa teknik pembuatan lebih penting daripada penampilan cantik, membuat usaha TiARA  handicraft semakin berkembang.

 Dari hobby mengotak-atik manfaat kain, kini saya memantapkan diri di bidang pengoalhan kain/tekstil, melingkupi apa saja yang bias diolah dari bahan dasar tekstil. Produk saya bisa beragam dan luas pemakaiannya.

 Dari yang semula hanya sekedar hobby  pada akhirnya TiARA  handicraft  mampu menghasilkan nilai secara ekonomi sebagai tambahan pendapatan dan bahkan bisa juga sebagai penopang kebutuhan hidup dalam keluarga. Begitupun kemampuan berkaryanya  bisa berdampingan dengan para penyandang cacat yang membutuhkan kesempatan.

              

 Dalam perkembangan usaha,  kami berkemampuan untuk mengupayakan pelatihan kerja dan yang terpenting adalah mempersiapkan kemandirian tuna daksa dan remaja putus sekolah.

             Sebagai pendukung kreativitas kami berupaya mengolah limbah. Pengolahan limbah adalah bagian yang tak terpisahkan dari program agar produktivitas dari tenaga kerja bisa lebih kreatif dan tangguh . Sehingga bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka-mereka yang kurang beruntung dan yang tak kalah pentingnya sasaran market lebih luas dan beragam. Terkhusus olah limbah saat ini  banyak diminati pasar luar negeri.

               Disamping menciptakan pekerja kreatif kami juga membentuk trainer-trainer yang memadai. Dimana kemampuan berbagi pengetahuan adalah hal wajib yang harus dimiliki dan di perankan oleh mereka. Para tuna daksa sudah terbiasa melakukan pengujian kemamapuan melalui pelatihan-pelatihan, yang sebenarnya mereka tidak saja sebagai trainer namun berperan juga sebagai motivator ( karena keberadaan mereka yang kurang secara fisik namun mampu melakukan aktivitas produksi yang layak --- bisa sebagai support untuk peserta pelatihan).

 

 

 

Copyright (C) 2014 Tiara-Handicraft.com, All right reserved